Mahasiswa,
banyak yang mengatakan mahasiswa adalah orang yang memiliki pengetahuan lebih.
Bagaimana tidak, mereka mengenyam pendidikan lebih dari 12 tahun. Sudah pasti
masyarakat menganggap mahasiswa bisa melakukan semuanya. Jika kita melirik apa sih
tugas dari seorang maahasiswa? Bukankah salah satunya pengabdian kepada
masyarakat? Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang hanya sekadar “mencari gelar”?
beberapa pertanyaan muncul difikiran saya.
Seperti
yang sudah sering terjadi, rasanya miris sekali ketika ada mahasiswa yang masih
“abal-abal”. Iya abal-abal karena mereka hanya menghabiskan waktunya untuk
bersenang-senang danmenghabiskan uang orang tuanya. Mereka tidak berfikir
betapa susahnya orang tua mencari uang untuk menjadikan anaknya berpendidikan
lebih tinggi dari orang tuanya.
Masyarakat
yang selalu menyebut mereka sebagai sosok yang hebat, patut dibanggakan, tetapi
pada kenyataannya mereka tidak memanfaatkan waktunya selama mengenyam
pendidikan di bangku kuliah. Misalnya saja yang sering kita lihat, predikat
sebagai “mahasiswa” hanya untuk
mendapatkan pujian, embel-embel gelar dibelakang namanya atau bahkan untuk
mendapatkan pekerjaan yang layak.
Mereka
tidak memikirkan bagaimana caranya menjadi mahasiswa yang sebenarnya mahasiswa.
Beberapa hal yang memengaruhi salah satunya ialah budaya konsumtif yang tinggi,
kebanyakan dari mereka tidak mau
berinovasi dan selalu mengandalkan yang lain. Contoh mudahnya saja, sebagian
dari mereka yang lebih percaya pada produk-produk luar dari pada produk lokal.
Sebagai mahasiswa harusnya tidak seperti itu, belum lagi sikap pragmatisme
dikalangan mahasiswa yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan
sesuatu, seperti yang kita temui masih banyak plagiatisme dalam pembuatan tugas
akhir atau skripsi. Terbukti tak sedikit dari mereka yang lebih memilih
dibuatkan skripsi bahkan rela membayar jutaaan rupiah untuk menghasilkan
skripsi yang baik tanpa berfikir.
Banyak
hal yang masyarakat harapkan dari seorang mahasiswa, terutama untuk memperbaiki
sebuah negara, masyarakat butuh sosok-sosok yang memiliki intelektual luar
biasa. Jadi mahasiswa itu tidak hanya mengandalkan apa yang sudah dosen kalian
berikan, tetapi mahasiswa harus tahu semuanya bila perlu kalahkan dosennya,
ujar salah satu dosen yang mengampu mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan di
Universitas Pancasakti Tegal, Prof. Dandan Supratman, M.Pd
Memang sudah seharusnya kita
memikirkan nasib negara kita, akan dibawa kemana Indonesia nanti jika generasi
pemudanya juga hanya menikmati kesantaiannya saja. Mari bersama memperbaiki dan
menjadikan Indonesia kita menjadi lebih baik J