Kamis, 19 Mei 2016

Mahasiswa, Potret Masa Depan Indonesia



Mahasiswa, banyak yang mengatakan mahasiswa adalah orang yang memiliki pengetahuan lebih. Bagaimana tidak, mereka mengenyam pendidikan lebih dari 12 tahun. Sudah pasti masyarakat menganggap mahasiswa bisa melakukan semuanya. Jika kita melirik apa sih tugas dari seorang maahasiswa? Bukankah salah satunya pengabdian kepada masyarakat? Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang hanya sekadar “mencari gelar”? beberapa pertanyaan muncul difikiran saya.
Seperti yang sudah sering terjadi, rasanya miris sekali ketika ada mahasiswa yang masih “abal-abal”. Iya abal-abal karena mereka hanya menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang danmenghabiskan uang orang tuanya. Mereka tidak berfikir betapa susahnya orang tua mencari uang untuk menjadikan anaknya berpendidikan lebih tinggi dari orang tuanya.
Masyarakat yang selalu menyebut mereka sebagai sosok yang hebat, patut dibanggakan, tetapi pada kenyataannya mereka tidak memanfaatkan waktunya selama mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Misalnya saja yang sering kita lihat, predikat sebagai “mahasiswa”  hanya untuk mendapatkan pujian, embel-embel gelar dibelakang namanya atau bahkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Mereka tidak memikirkan bagaimana caranya menjadi mahasiswa yang sebenarnya mahasiswa. Beberapa hal yang memengaruhi salah satunya ialah budaya konsumtif yang tinggi, kebanyakan  dari mereka tidak mau berinovasi dan selalu mengandalkan yang lain. Contoh mudahnya saja, sebagian dari mereka yang lebih percaya pada produk-produk luar dari pada produk lokal. Sebagai mahasiswa harusnya tidak seperti itu, belum lagi sikap pragmatisme dikalangan mahasiswa yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, seperti yang kita temui masih banyak plagiatisme dalam pembuatan tugas akhir atau skripsi. Terbukti tak sedikit dari mereka yang lebih memilih dibuatkan skripsi bahkan rela membayar jutaaan rupiah untuk menghasilkan skripsi yang baik tanpa berfikir.
Banyak hal yang masyarakat harapkan dari seorang mahasiswa, terutama untuk memperbaiki sebuah negara, masyarakat butuh sosok-sosok yang memiliki intelektual luar biasa. Jadi mahasiswa itu tidak hanya mengandalkan apa yang sudah dosen kalian berikan, tetapi mahasiswa harus tahu semuanya bila perlu kalahkan dosennya, ujar salah satu dosen yang mengampu mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal, Prof. Dandan Supratman, M.Pd
            Memang sudah seharusnya kita memikirkan nasib negara kita, akan dibawa kemana Indonesia nanti jika generasi pemudanya juga hanya menikmati kesantaiannya saja. Mari bersama memperbaiki dan menjadikan Indonesia kita menjadi lebih baik J